Rabu, 31 Mei 2017

Pengertian dan Dalil Shalat Dhuha

Shalat dhuha adalah shalat sunnah yang dikerjakan saat waktu Dhuha. Waktu dhuha yaitu setelah terbitnya matahari hingga masuknya waktu Zuhur. Shalat dhuha dikerjakan minimal dua rakaat dan paling banyak delapan rakaat. Cara pelaksanaan shalat dhuha yaitu dengan melaksanakan dua rakaat salam dan suara sirr (lembut atau pelan). Shalat dhuha mempunyai maksud untuk memohon kelancaran rezeki.


shalat dhuha


Dalil-dalil pelaksanaan shalat Dhuha yaitu sebagai berikut :

"Abu Hurairah pernah berkata, Kekasihku (Rasullulah Saw.) telah berwasiat kepadaku tiga perkara, yaitu puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dua rakaat, dan shalat Witir sebelum tidur." (HR Bukhari dan Muslim)

Dalil tentang shalat Dhuha yang kedua yaitu

"Ada orang bertanya kepada Aisyah,  Apakah Rasulullah Saw. shalat dhuha? Aisyah menjawab, 'Ya empat rakaat dan kadang-kadang beliau menambah dengan seberapa yang dikehendaki oleh Allah." (HR Muslim)

Dalil ketiga mengenai shalat Dhuha

"Ummu Hani, berkata, Rasulullah Saw. pernah mandi ditutupi oleh Fatimah, kemudian beliau mengambil kainya berselimut dengan itu. Setelah itu beliau shalat Dhuha delapan rakaat. " 
Dalil yang keempat tentang shalat Dhuha

"Dari Abdurrahman bin Abu Laila, ia berkata bahwa tidak ada seseorang yang mengabarkan kepadaku bahwa ia melihat Nabi Saw. shalat Dhuha kecuali Ummu Hani. Sesungguhnya, ia berkata Bahwasanya Nabi Saw. masuk  ke rumahnya pada waktu penaklukan Kota Mekah, kemudian beliau shalat Dhuha delapan rakaat. Saya tidak pernah melihat beliau shalat yang lebih ringan daripada itu, tetapi beliau tetap menyempurnakan rukuk dan sujudnya" (HR Muslim)

Dalil kelima berhubungan dengan shalat Dhuha

"Dari Abu Dzar, dari Nabi Saw. bahwasanya beliau bersabda, Setiap pagi, setiap ruas sendi seseorang di antara kalian ada sedekahnya. Maka setiap tasbih itu sedekah, setiap tahmid itu sedekah, setiap takbir itu sedekah, menyeru kepada kebaikan itu sedekah, dan mencukupi yang demikian itu dengan shalat Dhuha dua rakaat." (HR Muslim)

Dan hadist yang keenam menganai shlat Dhuha

"Dari Buraidah, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah Saw. bersabda Dalam diri manusia itu ada 360 persendian, yang ia harus bersedekah untuk setiap persendian itu. Para sahabat bertanya, Lalu siapa yang mempu mengerjakan yang demikian itu, wahai Rasulullah? Beliau bersabda Engkau menanam dahak yang berada di masjid (itu merupakan sedekah) atau engkau menyingkirkan gangguan yang ada di jalan (itu merupakan sedekah). Jika kamu tidak mampu, mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat itu mencukupi bagimu." (HR Ahmad)

Demikian telah diuraikan Pengertian dan Dalil Tentang Shalat Dhuha. Semoga dapat bermanfaat dan dapat dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin.
Author Profile

About hendyka dz

Saya adalah lulusan Universitas Diponegoro. Mencoba menulis apa yang terbesik di dalam hati.

0 Komentar Pengertian dan Dalil Shalat Dhuha

Posting Komentar

Back To Top